Dalam konteks pengolahan limbah secara biologis dan bioremediasi lahan tercemar, tingkat biodegradabilitas bahan-bahan pencemar berbeda-beda, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Jika bahan-bahan pencemar dari limbah tersebut memiliki biodegradabilitas yang tinggi, maka proses pengolahan limbah secara biologis atau proses bioremediasi bisa lebih cepat dan efisien. Demikian pula dalam konteks bioremediasi, tingkat biodegradabilitas (selain bioavailability serta faktor-faktor lainnya) menentukan keberhasilan dan efisiensi penguraian atau bioremediasi cemaran lahan atau tanah.
(lagi…)
Arsip untuk Desember, 2008
Pre-treatment untuk Meningkatkan Biodegradabilitas Senyawa-Senyawa Pencemar
31/12/2008PERBANDINGAN SISTEM DIGESTER ANAEROB TERMOFILIK SATU DAN DUA FASE
31/12/2008Untuk mengurangi peluang kegagalan atau ketidaksetimbangan proses anaerob khususnya terkait dengan souring, maka diterapkan proses anaerob dua fase yang terdiri dari reaktor hidrolisa dan reaktor metanogen. Dengan proses anaerob dua fase ini diharapkan performance proses bisa berjalan lebih baik (atau lebih stabil).
(lagi…)
Teknologi Biogas: Metoda Hemat Olah Limbah Industri Bioetanol
31/12/2008Jakarta, 28/3/2008 (Kominfo-Newsroom)
Staf Perekayasa, Balai Teknologi Lingkungan, BPPT, Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, MSc, mengatakan, teknologi pengolahan dan pemanfaatan limbah cair industri bioetanol dengan proses anaerobik dan aerobik merupakan metoda yang sangat hemat untuk mengolah limbah industri bioetanol.
(lagi…)