Jakarta, Kompas – Energi terbarukan biogas tidak hanya dapat diproduksi di pedesaan dengan bahan baku limbah organik atau kotoran hewan, tetapi juga berpeluang digunakan di wilayah perkotaan. Biogas di perkotaan bisa didapatkan melalui pengelolaan kotoran manusia secara terpadu.
Dari 3.000 kepala keluarga di perkotaan dapat dihasilkan 225 meter kubik biogas atau setara dengan 103,5 kg elpiji setiap hari, yang dapat digunakan untuk memasak 207 keluarga. Demikian ujar peneliti Balai Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Abdul Kholiq di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang, pada Rabu (14/5).
Biogas dari kotoran manusia dihitung, dengan asumsi 1 keluarga terdiri atas 5 orang yang masing-masing menghasilkan kotoran 0,3 kilogram per hari. Dari 3.000 keluarga terkumpul 4.500 kg. Satu kilogram kotoran manusia menghasilkan 0,05 meter kubik biogas. Jadi, total bisa dihasilkan 225 meter kubik biogas, setara dengan 103,5 kg elpiji per hari.
Kepala Balai Teknologi Lingkungan BPPT Titiresmi mengatakan, untuk menunjang produksi biogas secara optimal di wilayah perkotaan dan pedesaan perlu melibatkan industri-industri tertentu yang membutuhkannya.
”Pada industri etanol dari singkong di Lampung, Balai Teknologi Lingkungan BPPT sudah menyampaikan rancangan pengolahan limbahnya supaya diolah menjadi biogas,” kata Titiresmi.
Dari industri etanol diperoleh potensi limbah cair sebanyak 100 meter kubik per hari–yang menghasilkan 1.200 meter kubik biogas, setara dengan 744 liter minyak tanah, setara dengan 552 kg elpiji. Satu meter kubik biogas sama dengan 0,62 liter minyak tanah atau 0,46 kg elpiji. (NAW)
Diedit ulang dari Kompas edisi cetak tanggal 15 Mei 2008 (MAK)
09/01/2009 pada 10:32 am
Berita senada di Sinar Harapan tanggal 15 Mei 2008
http://www.sinarharapan.co.id
Cuplikannya:
Biogas, menurut peneliti Balai Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTL-BPPT) Abdul Kholiq, dari 3.000 keluarga dengan anggota lima orang bisa menghasilkan 4.500 kg kotoran per hari. “Dengan asumsi satu kilogram kotoran bisa menghasilkan 0,05 m3 biogas, setiap hari bisa dihasilkan kurang lebih 225 m3 biogas,” katanya.
Bila satu meter kubik bisa menghasilkan dua kwh. Total listrik yang bisa dihasilkan adalah 450 kWh. Jika kebutuhan listrik untuk 3.000 keluarga adalah lima mwh, listrik yang dihasilkan baru memenuhi sembilan persen saja. Namun bila dikonversi dengan elpiji, bisa setara dengan 103,5 kg setiap hari. Jumlah tersebut dapat digunakan untuk memasak sekitar 207 keluarga.
Titiresmi, Kepala BTL-BPPT, pada kesempatan yang sama memaparkan potensi biogas melalui aplikasi yang pernah dilakukan pada beberapa industri. Dari studi pada industri etanol di Lampung ditemukan potensi limbah cair sebanyak 100 m3 perhari, yang menghasilkan 1.200 m3 biogas. Itu berarti setara dengan 744 liter minyak tanah atau 552 kilogram elpiji. (sulung prasetyo)
01/04/2009 pada 8:58 pm
Aslm. Bapak,mhn maaf. Saya Hera mhswi biologi UIN Jakarta smt 6 mau mengajukan PKL dengan Bapak ada “lowongan” tdk yaa..? ^_^
Maaf sekali tdk formal..
02/04/2009 pada 9:31 am
w’slm ww.
Lowongan insya Allah akan selalu ada. Tinggal disesuaikan antara minat dan apa yang sedang berjalan di BTL-BPPT.
Di BTL-BPPT ada beberapa kegiatan dan ada beberapa person yang “pegang” kegiatan, tidak cuma saya. Kalau saya lagi full, maka bisa saya tanyakan ke teman yang lain.
Janjian saja untuk berkunjung ke BTL.
Wassalam
Abdul Kholiq
10/05/2009 pada 1:22 pm
asswrwb, bapak Abduh, apakah dan bgmn cara penjernihan metana yang telah dilakukan? terimakasih
edwi
10/05/2009 pada 4:40 pm
W’slm ww
Yang dimaksud dengan penjernihan metana apa ya?
Kalau yang dimaksud adalah memisahkan H2S (yang dapat menyebabkan korosif kalau dibakar: H2S dibakar jadi jadi SOx dan dalam kondisi lembab atau ada air menjadi asam), maka H2S bisa dipisahkan dengan mereaksikan H2S dengan besi jadi FeS, bisa sistem scrubber/absorpsi, absorpsi reaktif dengan Fe/EDTA, dll.
Kalau yang dimaksud adalah memisahkan CO2, maka teknologi membrane tertentu dan bertekanan tinggi dapat digunakan. Kalau kecil-kecilan bisa menangkap/mereaksikan CO2 dengan larutan NaOH atau KaOH.
Sekilas mungkin itu yang saya tahu. Banyak sekali artikel-artikel tentang itu. Kalau mau searching via google misalnya, bisa dengan kata kunci H2S removal biogas atau separation CO2 CH4.
Semoga membantu.
wslm
MAK
01/12/2009 pada 5:45 pm
Assalamualaikum Wr.Wb.
Pada dasarnya sangat bagus rencana atau pikiran untuk membuat tinja menjadi bahan baku ( raw material )dari biogas.
saya kira hal ini tidak bisa dilakukan pada satu kelompok pemukiman atau penduduk yang tersebar,karena waktu mulai dari proses pengeluaran gas methan akan dimulai pada pipa2 penyalur dan nantinya setelah sampai pada digester detention time atau waktu produksi jadi berkurang,sehingga jangan dulu menyimpulkan bahwa setiap 1 jiwa akan menghasilka sekian m3 biogas perhari tanpa ada teknologi pendukung yang memadaiserta dapat dipahami oleh masyarakat.kita bisa lihat bagaimana PMI telah menerapkan ini di penjara2 di Rwanda Afrika, orang2 cina,india dll.
jadi menurut saya sebelum kita ngomong biogas secara detail dan mengomentari tentang bagaimana pengembangannya alangkah lebih baiknya kita mulai dari penanaman kesadaran dan pengetahuan sejak dini.sehingga msyarakat akan mampu menerima teknologi yang ,enurut pemikiran mereka masih asing.
terimakasih
Wassalamualaikum.
Saya sudah membangun 200 lebih digester di jogja dan jawa tengah.
kalau ada yang berminat atau tukar pengetahuan
Boenzamien@yahoo.com
10/12/2009 pada 10:34 pm
w’slm ww Mas Boenz,
trims Mas catatan/komentarnya.
03/03/2010 pada 2:40 pm
Assalamu’alaykum..
Maaf pak mau bertanya:
1) di BTL-BPPT membuka kerja praktek/penelitian buat mahasiswa S1 tidak terkait biogas ini. Saya sangat tertarik dengan biogas ini. Saat ini saya sedang kuliah di Fisika ITS dan kebetulan diminta membantu S2 untuk mengerjakan thesisnya terkait biogas dan harapannya saya bisa tugas akhir mengenai biogas
2) Kalo membuka kerja praktek, persyaratanya apa saja.
3) Sekaligus minta email atau CP yang bisa saya hubungi.
Maaf jika kurang resmi.
Widodo W
giriwiedz@ymail.com
03/03/2010 pada 4:19 pm
w’slm ww
Silakan kirim surat permohonan untuk melakukan praktek atau penelitian di BTL – BPPT ke
Dr. Ir. Ikbal, MEng.
Kepala Balai Teknologi Lingkungan – BPPT
Ged. 412 Kawasan Puspiptek Serpong
Tangerang Selatan 15314
Cantumkan disitu bidang atau tema yang diinginkan. Opsional (tidak harus) silakan cantumkan nama saya sebagai calon pembimbing yang diinginkan.
Surat permohonan disertai dengan rekomendasi dari Dekan atau KaJur atau dosen pembimbing.
Persyaratan kerja praktek atau penelitian tugas akhir, rekomendasi atau surat pengantar dari lembaga (dekan, kajur, atau dosen pembimbing), dan tambahan sarat dari saya (jika saya sebagai pembimbing) adalah mau belajar dan bekerja. Kalau hanya ingin sekedar memenuhi sarat, saya persilakan mencari di tempat lain.
Email silakan ke abduh38@yahoo.de
Wassalam
M. Abdul Kholiq
24/03/2010 pada 3:33 pm
ass.wr.wb
saya berencana mengambil S3 dibidang lignkungan khususnya biogas.
judul dan permasalahan apa yg perlu diangkat menjadi usulan disertasi saya? apakah refining biogas atau apa? mohon masukannya
salam
trim
25/03/2010 pada 12:27 pm
w’slm ww
Selamat sebelumnya atas rencana atau kesempatan untuk ambil S3 tsbt.
Saya tidak tahu Background Mas Prayitno ini. Kalau bisa kasih info background dan mau S3 di mana, mungkin saya bisa kasih saran yang lebih konkrit.
Tapi sekedar gambaran, sepertinya banyak hal bisa diambil sebagai tema dari tema besar Biogas.
Sumber:
1. Sampah organik utk biogas
2. air limbah/Limbah cair organik (industri tertentu) untuk produksi biogas
Pembaharuan Teknik/proses pengolahan jadi biogas yang sudah ada
1. Teknik XXX… bisa macam-macam
2. Sistem kontrol / monitoring proses biogas
Pemurnian
1. Pemisahan H2S
2. Pemisahan CO2 dan CH4
Pemanfaatan
1. Biogas untuk kendaraan (misal bus kota)
2. Biogas untuk gas kota (hibdrid)
3. Pembangkit listrik dari biogas skala XX
Dll.
Semoga membantu.
Wslm
01/04/2010 pada 2:50 pm
ass.wr.wb
terimakasih atas tanggapan/balasannya
beackground pendidikan saya, S1Tek.Kimia, S2 manajemen lingkungan tetapi saat ini di pekerjaaan saya sebagai dosen banyak otak atik ttng pengolahanlimbah. recana saya mengambil s3 di Unibraw malang. rencana disertasi saya ttng pemurnian biogas menjadi gas yg dpt dikomersialkan seperti gas LPG. tetapi stlh ada masukan dari bapak saya perlu tertarik untuk mengetahui ttg kontrol proses biogas, mohon diinformasikan ttng hal itu
terima kasih, wassalamu’alaikum wr.wb
prayit
05/04/2010 pada 10:28 am
Intinya, bahwa proses anaerob secara umum kurang stabil dibanding proses aerob. Rentan terhadap berbagai gangguan. Sistem Kontrol Proses Anaerob diharapkan dapat membantu/menggantikan operator, sehingga proses dapat berjalan degan baik.
28/07/2010 pada 2:32 pm
Mas, salut aku mas sama sampean…
BTW, di tempat tinggal saya sekarang kotoran manusia diolah sentralisasi oleh komunal ataupun privat. Olahannya jadi biogas, lalu padatannya biasanya ditimbun setelah logam beratnya dibuang. tapi sekarang saya lagi meneliti bagaimana membuat produk dari kotoran manusia ini selain untuk biogas juga untuk pupuk.
Semoga sukses mas…
Salam dari Berlin—
28/07/2010 pada 2:43 pm
Kang Hendra … trims kata-kata penyemangatnya. Jadi malu nih …. Untuk di Jerman, Kang Hendra bisa searching terkait hasil-hasil riset sebelumnya, misalnya di Institutnya Prof. Otterpohl (TUHH), kebetulan profesor penguji thesis S2-ku. Beliau rutin punya PhD student dari Indonesia (sayang, pas aku selesai S2, tempat dia sdh full dengan PhD Student, so harus cari tempat lain). Beliau terlibat aktif dalam riset dan pengembangan konsep SuSan.
29/07/2010 pada 1:49 pm
Wah teknologi tepat guna…
03/03/2011 pada 1:53 pm
mas , saya sedang menyelesaikan tesis s-2 dengan judul “adsrobi gas pengotor dalam biogas dengan menggunakan campuran zeolit dan karbon aktif” saya punya masalah yaitu kurang referensi dalam bahasa inggris tentang judul saya tersebut, maka tolonglah kalau ada waktu kirim kepada saya lewat e-mail saja beberapa referensi pemurnian biogas
perlu diketahui tesis saya tinggal revisi terakhir, saya kuliah di MST UGM dan bulan maret ini harus selesai