Pengertian Bioremediasi
Remediasi adalah tindakan untuk memulihkan kembali suatu keadaan lingkungan yang telah tercemar. Bila di dalam remediasi digunakan organisme hidup, maka teknik itu disebut bioremediasi. Dalam pengertian yang lebih sempit, bioremediasi secara khusus digunakan bagi teknik yang memanfaatkan mikroba di dalam remediasi. Bila agensia biologi yang digunakan adalah tumbuhan, maka teknologinya disebut fitoremediasi. Bioremediasi dianggap sebagai alternatif yang lebih murah. Oleh karena itu bioremediasi, baik secara sendiri maupun kombinasi dengan metode lain, telah berkembang dan makin banyak digunakan dalam pemulihan air dan tanah tercemar.
Pengertian Teknik Biopile
Bioremediasi cemaran minyak antara lain dilakukan dengan teknik biopile, landfarming, composting, dsb. Intinya adalah memanfaatkan mikroba untuk menguraikan bahan-bahan pencemar, dalam hal ini hidrokarbon minyak, yang terkandung di dalam tanah, lumpur, pasir, dan sebagainya, menjadi senyawa lain yang lebih sederhana dan tidak berbahaya.
Biopile juga dikenal sebagai biocells, bioheaps, biomounds, dan compost pile. Teknologi ini dilakukan dengan menumpuk tanah-tanah yang terkontaminasi dan menstimulasi aktivitas mikroba dengan memperhatikan aerasinya, menambahkan nutrisi-nutrisi, menjaga kelembaban, dan perlakukan-perlakuan yang lain untuk meningkatkan aktivitas mikroba dalam mendegradasi senyawa-senyawa pencemar hidrokarbon dari minyak.
Keunggulan Teknik Biopile
Dibanding dengan teknik-teknik bioremediasi yang lain, teknik biopile menawarkan beberapa keunggulan atau keuntungan, di antaranya:
1. Waktu proses biodegradasi (untuk mencapai target 1% sesuai peraturan yang berlaku) lebih cepat dibanding beberapa teknik yang lain. Teknik biopile memerlukan waktu sekitar 1,5 – 2 bulan (a.l. tergantung jenis cemaran minyak), lebih cepat dibanding beberapa teknik yang lain yang rata-rata memerlukan waktu 6 bulan.
2. Lahan yang diperlukan lebih sedikit. Hal ini karena tanah tercemar, setelah dicampur dengan bahan-bahan lain yang diperlukan, dapat ditumpuk setinggi 1,5-3 meter. Hal ini dimungkinkan karena dilengkapai sistem aerasi aktif. Sementara, ketinggian maksimal tumpukan tanah pada teknik yang lain tanpa aerasi aktif hanya 30 cm.
3. Proses bioremediasi dengan teknik biopile dapat lebih terkontrol dibanding beberapa teknik bioremediasi yang lain.
R&D di BTL-BPPT
Riset dan pengembangan teknik biopile terus dilakukan di Lab. Mikrobiologi dan Lab. Proses dan Bioremediasi, Balai Teknologi Lingkungan. Fokus R&D teknik biopile adalah mencari dan menguji mikroba unggul pendegradasi cemaran minyak dan optimasi proses.
R&D yang dilakukan antara lain untuk menguji pengaruh dan mencoba penambahan nutrisi, penambahan surfaktan, penambahan mikroba, dan bulking agent terhadap efisiensi degradasi cemaran minyak. Uji coba dilakukan untuk mendegradasi berbagai macam cemaran minyak. R&D ini didukung oleh Lab. Analitik dan Lab. Ekotoksikologi terkait dengan analisa hasil degradasi dan uji toksikologi hasil pengolahan.
Penerapan Teknik Biopile
Teknik biopile untuk bioremediasi cemaran minyak telah diaplikasikan dengan sukses di salah satu partner BPPT di Riau, di sebuah CLTS (Centralized Land Treatment Site) yang merupakan tempat penampungan dan pengolahan tanah atau bahan padat lain yang terkontaminasi hidrokarbon (minyak). Tanah yang diolah dengan teknik biopile ini adalah tanah, pasir, atau lumpur yang mengandung minyak yang berasal dari berbagai sumber, a.l. dari proses pengeboran (drilling mud dan cutting), tumpahan minyak, sludge minyak, dsb.
Kontak Person:
Dr.-Ing. M. Abdul Kholiq, MSc.
Balai Teknologi Lingkungan (BTL – BPPT)
Ged. 412 Kawasan Puspiptek Serpong
15314 Tangerang Selatan
Tel. 021 7560919 Fax. 021 756 3116
Email: abduh38@yahoo.de, abdulkholiq38@webmail.bppt.go.id
Kaitkata: Biopile, Bioremediasi, BPPT, BTL, Cemaran, Minyak, Riau, Serpong
23/04/2010 pada 11:50 pm
Selamat pagi Dr. Abdul.
Saya Stella dari fakultas teknobiologi Unika Atma Jaya. saya mendapat tugas kelompok untuk mempelajari tentang bioremediasi. Apakah saya bisa studi lapangan ke tempat Bapak untuk melihat proses bioremediasi secara langsung?
Terima kasih.
24/04/2010 pada 9:25 am
Di Lab. saya (Lab. Proses) Percobaan teknik Biopile skala lab. sudah selesai. Saat ini belum ada rencana untuk start percobaan Biopile lagi, Rencana yang ada optimasi proses skala lapangan (di Riau).
Percobaan teknik Landfarming skala lab. sdh hampir selesai, sementara percobaan dengan skala lebih besar belum dimulai.
Dari sisi timing/waktu, saat-saat ini kurang pas.
Namun demikian, kalau memang mau studi lapangan, silakan ajukan surat permohonan untuk studi lapangan ke:
Dr. Ir. Ikbal, MEng.
Kepala Balai Teknologi Lingkungan (BTL-BPPT)
Ged. 412 Kawasan Puspiptek Serpong
Tangerang Selatan 15314
20/10/2011 pada 7:23 am
Assalammu’alaikum…….
Pak Kholiq saya mw bertanya, untuk pngamatan biopile, harus dilakukan setiap hari atau dapat tergantung dari kita sendiri ingin dilakukan pengamatan setiap hari atau setiap minggu?
Saya sedang mengerjakan tugas metodologi pnlitian, saya tertarik dengan bioremediasi, apakah bapak bisa mengirimkan jurnal2 mengenai bioremediasi khususnya bioremediasi tanah, karena saya sudah coba cari ckup sulit untuk menemukannya, kalau bisa saya minta tolong kirimkan ke Email saya, sebelumnya saya uncapkan terima kasih………
20/10/2011 pada 8:50 am
W’slm ww.
Bukannya nggak mau ngasih, tapi kalau saya kasih semua, berarti saya dong yang dapat nilai … :-)
Publikasi dan uraian tentang bioremediasi di internet sangat banyak. Cobalah googling sebentar, insya Allah ketemua. Guideline2 praktis juga ada, misal di website EPA.
Pengamatan, ketika percobaan, kami melakukan bbrp macam pengamatan: harian, mingguan, dan juga awal & akhir.