Berkesempatan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, ada beberapa hal baru yang tidak kuduga sebelumnya. Ketika muatan truk sampah ditumpahkan di area TPA sampah, ternyata tas kresek pun dikumpulkan (dipulung), yang berarti tas kresek pun ada nilai ekonominya (bisa dijual).
Kenapa kalau di sekitar perumahan, (hampir) tidak ada pemulung yang mengumpulkan tas kresek, kemungkinan karena masih banyak barang lain yang memiliki nilai jual yang lebih tingi, misalnya kaleng, botol-botol aqua, dan sejenisnya. Selain itu, alasan kenapa tas kresek tidak dikumpulkan oleh pemulung di perumahan, mungkin jumlah tas kresek di sebuah perumahan terlalu sedikit untuk mencapai nilai ekonomis, walaupun terlalu banyak sehingga bisa mengotori lingkungan dan harus dibuang ke TPA. Sedangkan kalau di TPA, jumlah sampah menggunung tinggi, dan jumlah tas kresek sangat banyak, sehingga cukup “ekonomis” untuk dikumpulkan.
Tas kresek yang dikumpulkan dari tumpukan sampah, kebanyakan kotor dan basah bercampur dengan materi sampah yang lain. Setelah terkumpulkan, tas-tas kresek tersebut dijemur di bawah terik matahari, dan selanjutnya dikumpulkan dan dipres untuk mempermudah pengangkutan (masalah volume) ke pabrik penerima/pengolah. Konon pabrik penerima/pengolah menerima plastik-plastik kresek tersebut dalam kondisi kotor atau pun kondisi bersih, dengan harga yang berbeda.
Intinya, bahwa tas kresek itu ada nilainya (sekecil apa pun dia) dan ada yang menampung. Itu pun melalu berbagai tahapan-tahapan proses seperti tersebut di atas, dikumpulkan (dalam kondisi basah dan kotor), dikeringkan, dipres, diangkut ke pabrik pengolah, dibersihkan (bisa juga sebelum tahap pengeringan).
Seandainya kresek bisa dikumpulkan dalam kondisi kering dan tidak basah, sehingga tahapan pembersihan dan pengeringan tidak perlu dilakukan, tinggal dikumpulkan dan dipres, kemudian diangkut. Nah, agar tidak perlu kotor dan basah, maka sistem pemilahan sampah sangat penting.
Itu dari sudut pandang tas kresek. Kalau dari sudut pandangan bahan organik, jika tidak tercampur dengan bahan-bahan yang lain, maka bisa dilakukan proses-proses pengolahan sampah organik di dekat sumber, dan tidak perlu dibuang ke TPA.
Jadi, pemilahan sampah di sumbernya adalah kunci sukses pengelolaan sampah. Tapi sampai ke sana, perlu perjuangan yang cukup panjang, perlu edukasi dan penyadaran, juga langkah-langkah teknis selanjutnya, dsb.
Serpong, 10 Februari 2011
(Tidak dibahas, bahwa kresek yang berlebihan pun bisa dikurangi, a.l. dari kultur tata cara kita belanja, misalnya yang serba tas kresek).